Rabu, 18 Mei 2011

Agama Hindu dan Agama Budha

pada kesempatan ini saya akan memberitahukan sekilas tentang agama hindu dan agama budha
langsung aja ke TKP :
Agama hindu
Pada sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi, bangsa Arya
berhasil menaklukkan penduduk asli, yaitu bangsa Dravida
di India. Kemudian lahir agama Hindu yang merupa-
kan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan
kepercayaan bangsa Dravida.
Agama Hindu mempunyai banyak dewa,
namun tiga dewa yang senantiasa dipuja, yang lebih
dikenal dengan nama Tri Murti, yaitu Dewa Brahmana
atau Dewa Pencipta, Dewa Wisnu atau Dewa Pelin-
dung, dan Dewa Syiwa atau Dewa Perusak.
Menurut agama Hindu, manusia yang hidup
sekarang ini merupakan reinkarnasi dari kehidupan
sebelumnya. Manusia hidup di dunia adalah samsara
atau sengsara. Seseorang akan dilahirkan kembali
sehingga harus mengalami sengsara, apabila
kehidupannya yang dahulu kurang sempurna atau
banyak berbuat dosa. Agama Hindu mengajarkan
bahwa tujuan manusia adalah menyatu kembali
kepada sumber dari segala sumber yang ada, yakni
Brahman. Karena hidup merupakan penderitaan,
maka tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana agar
seseorang terhindar dari dilahirkan kembali supaya tidak
mengalami penderitaan. Untuk itu, tujuan yang hendak
diraih adalah Moksha,  yaitu terbebas dari dilahirkan kembali.
Ada empat kasta dalam agama Hindu, yang mem-
bedakan antara golongan satu dengan lainnya. Pembentukan
kasta mempunyai tujuan utama untuk menjaga kemurnian
ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibanding-
kan ras bangsa Dravida yang dianggap lebih rendah. Empat
Kasta tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1. Kasta Brahmana, merupakan kasta tertinggi, bertugas
menjalankan upacara-upacara keagamaan. Adapun
yang termasuk dalam kasta ini adalah para Brahmana.
2. Kasta Ksatria, yang bertugas menjalankan pemerintahan.
Adapun yang termasuk dalam kasta ini adalah para raja,
bangsawan, dan prajurit.
3. Kasta Waisya, merupakan kasta dari golongan rakyat
jelata, seperti para petani dan pedagang.
4. Kasta Sudra, merupakan kasta yang paling rendah,
seperti para budak.
Agama Budha
Pada awal mulanya, Buddha bukan sebuah agama,
tetapi hanya merupakan suatu paham baru dalam agama
Hindu, yang disebut Budhisme. Muncul sebagai protes
terhadap perbedaan kasta, terutama Kasta Brahmana yang
dianggap terlalu banyak mempunyai hak-hak istimewa, dan
kasta-kasta lain yang dianggap terlalu membedakan
kedudukan seseorang. Semua itu dipandang kurang adil.
Paham tersebut disebut Budhisme karena dikembang-
kan dan disebarluaskan oleh Sidharta Buddha Gautama,
seorang putra Raja Sudhodana dari Kerajaan Kapilawastu,
termasuk keturunan suku bangsa Sakya. Kemudian ajarannya
berkembang menjadi agama Buddha.
Konsep agama Buddha mengajarkan bahwa
hidup adalah menderita, dan penderitaan itu terjadi
karena ketidaktahuan manusia akan kebenaran yang
hakiki, kebenaran yang mutlak. Namun ada jalan
keluar untuk mengentas manusia dari ketidaktahuan
(awidya), yaitu melalui jalan kebenaran yang harus
ditempuh manusia selama hidupnya.
Penganut agama Buddha percaya bahwa tujuan
hidup manusia di dunia adalah menghentikan reinkarnasi,
karena reinkarnasi adalah penderitaan (samsara) yang
bersifat sementara. Sedangkan penderitaan sebenarnya
adalah apabila seseorang terus-menerus mengalami
reinkarnasi, atau selalu dilahirkan kembali ke dunia,
yang berarti terus-menerus mengalami penderitaan. Oleh
karena itu, konsep agama Buddha mengajarkan bagaimana
agar manusia terbebas dari kehidupan yang berulang-ulang,
yaitu apabila  telah dapat mencapai nirwana. Seseorang yang
dapat masuk nirwana, dianggap telah terbebas dari ketidak-
tahuan, terbebas dari penderitaan, terbebas dari kelahiran
kembali, dan orang tersebut sudah moksha.
Seluruh ajaran agama Buddha terdapat dalam Buku
Tripitaka yang terdiri atas sebagai berikut.
1. Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang
menentukan cara hidup para pemeluk agama Buddha.
2. Sutrantapitaka, berisi tentang wejangan-wejangan Sang
Buddha.
3. Abhidharmapitaka, berisi tentang penjelasan dan uraian
mengenai agama Buddha.
Ada kesamaan konsep antara Hindu/Syiwa dan Buddha.
Konsep kebenaran yang hakiki menurut agama Hindu
(Syiwa) dan agama Buddha ialah meleburkan diri ke dalam
Yang Mutlak, berupa kekosongan atau kehampaan (sunyarupa).
Meskipun jalan yang ditempuh untuk menuju ke sunyarupa
tersebut berbeda antara kedua agama, tetapi tujuan keduanya
sama, yaitu moksha atau tidak dilahirkan kembali. Lahir
cukup sekali selama hidup untuk selanjutnya sebagai
penghuni nirwana yang kekal abadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar